Select Page

Moms, sudah pernah mendengar istilah nursing strike atau mogok menyusu? Pasti situasi ini bikin Moms pusing, stress, panik, dan kebingungan. Kondisi ini wajar terjadi pada si kecil, Moms. Hal yang wajar juga bila Moms merasa panik, apalagi ASI adalah kebutuhan yang harus dipenuhi oleh si kecil.

Ada banyak alasan di balik si kecil secara tiba-tiba menjadi mogok menyusu/ nursing strike. Mogok menyusu pada bayi memang umum terjadi, hal ini berlangsung sementara waktu dan membaik secara sendirinya. Selain itu, kondisi ini membuat ibu dan bayi mengalami ketidaknyamanan.  Bayi mogok menyusu biasanya lebih sering menangis dan frustasi, fase oral yang tak tersalurkan, hingga terjadi penurunan berat badan bayi. Nursing strike bisa terjadi pada bayi usia 2-4 bulan, namun bisa juga terjadi pada bayi usia 6-8 bulan. Bayi menolak menyusu juga bisa terjadi karena berbagai sebab seperti tumbuh gigi,hidung tersumbat, atau rutinitasnya terganggu.

Menurut hasil penelitian yang dilansir dari Baby Refusing to Breastfeed, beberapa alasan bayi mengalami mogok menyusu atau nursing strike, antara lain sebagai berikut :

1. Makanan Yang Dikonsumsi Ibu

Jenis makanan yang dikonsumsi ibu akan mempengaruhi kualitas rasa air susu. Rasa ASI yang berubah, bisa menjadi sebab karena bayi mogok menyusu.

2.Perubahan Hormon

Perubahan hormon yang mulai terjadinya menstruasi pada masa menyusui ternyata mengubah rasa air susu. Ini juga bisa menjadi sebab terjadinya nursing strike.

3. Parfum atau Produk Perawatan

Parfum atau produk perawatan yang Moms gunakan, bisa menjadi sebab si kecil mogok menyusu. Ini dikarenakan karena si kecil tidak nyaman terhadap bau yang di sekelilingnya.

4. Terjadi Peradangan

Peradangan payudara atau mastitis bisa menjadi penyebabnya.

5.Posisi Yang Salah

Posisi menyusui juga sangat berpengaruh pada kenyamanan si bayi saat menyusui. Untuk itu, Moms harus sering mencari informasi agar si kecil tetap nyaman saat menyusui. Jangan ragu untuk konsultasikan dengan konselor laktasi.

6. Faktor Internal Bayi

Ini bisa terjadi si kecil sedang mengalami gangguan pada mulut, seperti sariawan atau pertumbuhan gigi.

Kunci menghadapi kondisi ini, Moms harus mengupayakan diri untuk tetap tenang dan sabar. Karena gejala nursing strike pada dasarnya bersifat sementara dan membaik dengan sendirinya. Selain itu, coba beri perhatian dengan menggendong si kecil menggunakan kain gendongan. Kalalu Moms kesal, coba berhenti sejenak, tarik nafas perlahan, dan jangan segan untuk meminta pertolongan, ya.

Menurut Asosiasi Menyusui Indonesia (AIMI) memang kondisi ini kerapkali membuat Moms sedih dan acapkali putus asa hingga memutuskan untuk tidak melanjutkan menyusui si kecil. Ada beberapa tips yang Moms bisa lakukan untuk menghadapi gejala nursing strike, antara lain sebagai berikut :

–  Lakukan lebih banyak kontak kulit

Coba habiskan lebih banyak waktu dengan si kecil berdua dalam satu ruangan. Biarkan si kecil bereksplorasi, tidak perlu memaksa si kecil untuk langsung menyusu. Skin to skin dilakukan agar si kecil ‘mengenal kembali’ ibunya.

– Tunggu bayi hingga mengantuk, karena bayi yang cenderung tidak menolak saat dalam kondisi setengah teler.

– Tawarkan lebih sering, khususnya saat si kecil merasa senang dan sedang berada di tempat favoritnya.

– Coba menyusui sambil menimang-nimang, karena gerakan lembut dapat mengurangi emosinya untuk menolak.

– Redupkan lampu kamar, ciptakan suasana kamar yang tenang dan nyaman

– Kenakan pakaian yang simpel, Moms bisa menggunakan pakaian yang simpel yang memungkinkan si kecil mudah mendapatkan akses menyusui

– Bawa ke dokter anak, jika ternyata nursing strike dikarenakan infeksi telingan, lidah berjamur, segera konsultasikan dengan dokter

Jika moms berencana menggunakan layanan HAMI Homecare dalam waktu dekat, yuk kunjungi HAMI Homecare solusi layanan pijat bayi dan segera reservasi melalui Whatsapp di H-1 ya, moms!