Select Page

Setiap para ibu pasti tak sabar menantikan momen kelahiran anak pertamanya. Karena pada momen ini akan membawa seorang perempuan menjadi seorang ibu baru. Perlengkapan jelang kelahiran pun tak tanggung-tanggung dipersiapkan, mulai dari mempersiapkan fisik dan mental, memilih rumah sakit, alat-alat pribadi, pakaian untuk calon bayi, sampai dengan persediaan makanan.

Saat hari yang dielukan makin dekat dan tiba, seorang ibu pasti akan merasa kebahagiannya semakin lengkap dengan kehadiran sang buah hati.  Namun, hari demi ke hari semakin berjalan  tiba-tiba saja ibu mulai merasa lelah, perasaan menjadi kurang stabil, hingga berujung menangis tanpa sebuah alasan. Pernahkah Moms berada di situasi ini ? Hal memang lumrah terjadi,  pasca proses kelahiran. Situasi ini bisa dikenal dengan istilah baby blues syndrom

Baby blues syndrome adalah kondisi psikologis yang terjadi sementara pada ibu pasca melahirkan. Penyebab sindrom ini terjadi, karena Ibu menghadapi banyak perubahan ketika menjadi seorang ibu. Mulai dari proses adaptasinya, tanggung jawab baru setelah proses melahirkan, hingga perubahan hormon. Kondisi baby blues secara umum terjadi 3-4 hari pasca melahirkan, bahkan bisa bertahan hingga 14 hari.

Menurut riset American Pregnancy 70-80% ibu mengalami sindrom baby blues setelah melahirkan. Selain itu, gejala ini ditandai dengan perasaan sedih, menangis tanpa alasan, tidak sabar, cemas, gampang marah, lelah, sulit berkonsentrasi hingga insomnia. Sindrom ini tidak boleh disepelekan, karena efeknya bisa berbahaya dan mengganggu psikis si Ibu. Bila tidak lekas ditangani,  gangguan ini juga akan mengancam kesehatan si  bayi. Oleh karena itu, penting untuk Moms mengetahui langkah- langkah untuk menghadapi gejala baby blues :

  • Istirahat yang cukup

Penuhi kebutuhan istirahat yang cukup agar ibu tidak mudah kelahan

  • Sharing dengan suami

Jadikan suami sebagai teman bercerita, beri pengertian, atau bersama-sama belajar tentang sindrom baby blues. Bicarakan perihal tentang cara merawat sang buah hati hingga berbagi tentang tanggung jawab.

  • Menjaga asupan nutrisi

Menjaga asupan makanan akan berpengaruh pada suasana hati supaya semakin baik. Pastikan kebutuhan istirahat tetap terpenuhi dengan mengimbangi makanan yang bergizi.

  • Jangan terlalu keras beradaptasi

Perlahan, tetap konsisten, dan berupaya menikmati. Menjadi ibu memang tidak mudah dn bukan pekerjaan yang gampang. Sebaiknya, memberi jeda supaya kondisi fisik dan mental bisa pulih.

  • Menyediakan Self-Care Bag

Pastikan untuk selalu membawa barang atau hal-hal yang membuat atau mebangkitkan mood ibu. Bisa buku, musik, film, cokelat, puzzle dan sesuaikan dengan kebutuhan.

  • Jangan segan untuk meminta bantuan

Bila gejala itu merasa semakin dekat atau sedang ibu rasakan, jangan dibaijan. Segeralah untuk lekas meminta pertolongan.

Sindrom baby blues pada dasarnya bersifat sementara dan tidak menetap. Asalkan Moms, mau berupaya melakukan tips di atas. Jika sindrom ini tidak diatasi sedini mungkin, resikonya akan mengganggu kesehatan ibu atau hubungan rumah tangga.  Jika kondisi ini semakin parah, Moms bisa segera meminta penanganan profesional pada konselor, psikolog, psikiater, atau pekerja sosial. Selalu ingat, dalam situasi ini Moms tidak sendiri dan tetap beri waktu pada diri sendiri untuk bisa beradaptasi menjadi ibu baru.

Jika moms berencana menggunakan layanan HAMI Homecare dalam waktu dekat, yuk kunjungi HAMI Homecare  dan segera reservasi melalui Whatsapp di H-1 ya, moms!