Select Page

Tubuh manusia pada dasarnya dirancang dengan sistem pertahanan tubuh yang berguna untuk melindungi tubuhnya dari serangan virus, bakteri, dan zat-zat asing. Sistem kekebalan tubuh itu pada dasarnya membentuk jaringan, sel, protein, dan organ tubuh yang bekerja ketika tubuh mengalami infeksi atau sakit. Sistem pertahanan tubuh akan berkembang seiring pertambahan usia. Begitu pula dengan sistem pertahanan tubuh pada bayi.  

Sejak bayi lahir, pada dasarnya belum mempunyai sistem imunitas secara utuh. Sehingga sistem pertahanan tubuh bayi pertama didapat dari sang ibu melalui ASI. Dalam Air Susu Ibu (ASI) terkandung sistem imunitas pertama yaitu kolustrum, berfungsi  sebagai jaringan pelindung tubuh si kecil. Saat ibu melakukan aktivitas menyusui, ini artinya ibu sedang melakukan transfer antibodi untuk si kecil.

Penelitian IDAI mengungkapkan ASI juga mengandung sel-sel darah putih yang fungsinya untuk memusnahkan kuman dan menjaga saluran pencernaan pada bayi. Namun, seiring dengan berkembangnya si kecil, perlahan antibodi pada ASI pelan-pelan akan menurun. Hal ini terjadi karena saat bayi memasuki usia 2 atau 3 bulan, bayi sudah mulai mampu memproduksi dan membangun sistem imunitasnya sendiri. Sistem imunitas bekerja secara optimal ketika bayi mulai memasuki usia 6 bulan.

Bagi ibu yang masih menyusui si kecil, pembentukan imun tentu tidak hanya terjadi secara alami, melainkan perlu juga disokong dengan asupan nutrisi. Saat menyusui si kecil, Ibu bisa rajin mengkonsumsi makanan-makanan yang berfungsi meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada bayi. Beberapa makanan itu antara lain seperti bayam, salmon, kacang-kacangan, yogurt, berry, brokoli, gandum, dan buah-buahan.  Selain untuk membentuk sistem pertahanan tubuh si kecil, asupan nutrisi tersebut  berguna untuk meningkatkan kualitas ASI semakin baik untuk perkembangan si kecil.

Tak hanya dari ASI dan asupan nutrisi, beberapa aktivitas juga ikut berpengaruh terhadap perkembangan imun bayi.  Beberapa aktivitas yang berpengaruh pada perkembangan imun si kecil antara lain :

1. Berjemur

Kegiatan berjemur bisa dilakukan pada pukul 07. 30 hingga 8.30 pagi. Aktivitas menjemur bayi akan berguna membentuk imun bayi semakin kuat

2. Melakukan Vaksin

Seperti yang dijelaskan di paragraf sebelumnya, antibodi yang berasal dari ASI perlahan akan menurun fungsinya. Oleh karena itu, si kecil perlu melakukan vaksinasi untuk melindungi tubuh dari bakteri atau penyakit yang menyerang.

3. Tidur Yang Cukup

Kualitas tidur si kecil perlu diperhatikan. Beberapa penelitian mengungkapkan kebutuhan tidur yang tidak tercukupi, bayi menjadi rentan terserang penyakit.

4. Ciptakan Lingkungan Kebersihan

Pastikan memperhatikan kebersihan lingkungan si kecil, dengan menjaga kebersihan secara tidak langsung Ibu juga ikut mencegah penyakit menyerang pada tubuh si kecil.

5. Kegiatan Baby Spa

Aktivitas ini juga mendorong pembentukan imun bayi.  Selain itu, kegiatan baby spa juga dapat memperbaiki imun bayi sehingga si kecil lebih sehat dan bugar.

6. Pijat Bayi

Pijatan bayi juga nyatanya berpengaruh pada kelancaran sistem imun bayi. Saat si kecil diberikan pijatan, pijatan itu mampu menyumbang sel-sel darah putih semakin aktif dan menyeimbangkan sistem imun pada bayi.

Jadi Moms, untuk meningkatkan sistem pertahanan tubuh pada bayi pastikan kebutuhan ASI untuk si kecil tercukupi, asupan nutrisi yang perlu dijaga, melakukan vaksinasi dan isi dengan aktivitas-aktivitas bermanfaat seperti pijat bayi dan baby spa.

Nah,  jika moms berencana menggunakan layanan HAMI Homecare dalam waktu dekat, yuk kunjungi HAMI Homecare  dan segera reservasi melalui Whatsapp di H-1 ya, moms!