Select Page

Memerah ASI adalah upaya ibu untuk tetap mengASIhi di tengah kesibukannya menjalankan aktivitas. Tak hanya itu, ASIP juga diperuntukkan saat kondisi si kecil belum memungkinkan untuk menyusui seperti kondisi prematur atau keadaan si kecil yang sementara waktu harus dirawat terpisah dengan ibunya. Pemberian ASIP dapat Moms lakukan satu bulan sebelum Moms memulai menjalankan aktivitas. Jika Moms tidak sedang menjalankan aktivitas, sebaiknya pemberian ASIP tidak dilakukan. Jika Moms sedang tidak beraktivitas, sebaiknya tetap menyusui. 

Memberikan ASIP tidak boleh dilakukan di awal-awal, karena di awal-awal justru Moms harus membangun hubungan menyusui yang baik dengan si kecil. Untuk menjaga produksi, ibu perlu memerah ASI 3 sampai 4 jam. Namun, pemberian ASIP juga perlu diperhatikan dengan baik. Moms tidak boleh memerah ASI secara berlebihan, karena akan memberikan dampak yang kurang baik seperti tidak naiknya berat badan si kecil. Selain itu penyimpanan ASI juga perlu Moms perhatikan. Karena kesalahan penyimpanan ASI akan berdampak pada si kecil dan kualitas ASI juga ikut menurun.

Berikut petunjuk penyimpanan ASI yang dilansir dari buku Mommyclopedia yang bisa Moms lakukan di rumah :

Ada beberapa catatan yang perlu Moms perhatikan saat menyimpan ASI perah diantaranya sebagai berikut :

  • ASI yang diperah dapat digabung pada satu wadah asal dalam 24 jam dan pada suhu yang sama
  • ASIP sisa yang telah diminum bayi dalam wadah harus dibuang (sudah terkena liur bayi)
  • Labeli wadah penyimpanan dengan tanggal dan waktu perah.
  • Wadah penyimpanan ASI pastikan sudah bersih. Penyimpanan dapat menggunakan botol kaca atau kontainer plastik biasa atau botol susu disposable. Kontainer harus dicuci dengan iar panas dan sabun serta dianginkan hingga kering.

Hindari kesalahan-kesalahan saat menyimpan ASI perah seperti halnya menyimpan di dekat daging segar, menyimpan dalam botol yang tidak kering, membekukan ASI ke dalam cetakan ice cube, memanaskan ASI dengan microwive, hingga membekukan kembali ASI yang sisa.

Saat memerah ASI pastikan Moms melakukan secukupnya. Hindari menyusui sambil memerah ASI. Hal ini akan mengakibatkan beragam masalah, seperti bayi bisa tersedak, tidak naiknya berat badan bayi, dan payudara menjadi bengkak. Berikut tips-tips cara memerah ASI dengan baik dan benar :

1. Moms bisa memerah ASI dengan tangan atau menggunakan pompa. Pilihlah sesuai kebutuhan dan nyaman untuk Moms.

2. Jika menggunakan pompa, pompa tidak perlu disterilkan, cukup dicuci, dan dikeringkan. Pompa bisa disterilkan dengan cara direbus atau dikukus setiap 1 minggu sekali

3. Memerah dengan tangan juga penting, karena ini adalah kemampuan dasar yang harus Moms kuasai. Memerah dengan tangan, cukup lakukan dengan mencuci tangan dan cuci wadah dengan sabun lalu keringkan sebelum memerah.

4. Pijat payudara dengan gerakan melingkar sekitar areola menggunakan dua jari

5. Letakan ibu jari 2-3 cm di atas puting, jari telunjuk dan jari tengah 2-3 cm di bawah areola membentuk huruf C.

6. Dorong payudara ke arah dada tanpa mengubah posisi jari

Kalau Moms masih kebingungan, coba konsultasikan dengan konselor laktasi agar Moms bisa memperoleh penanganan yang tepat, ya. HAMI menyediakan layanan breastcare dan pijat laktasi agar produksi ASI semakin lancar dan berkualitas. Saat layanan, Moms juga bisa konsultasikan dengan terapis HAMI , ya.

Kalau moms berencana menggunakan layanan HAMI Homecare dalam waktu dekat, yuk kunjungi HAMI Homecare solusi layanan pijat bayi dan segera reservasi melalui Whatsapp di H-1 ya, moms!