Select Page

Dapat menyusui dan memenuhi kebutuhan gizi si kecil pasti dambaan bagi setiap ibu. Namun, pada prosesnya kadang tidak semudah membalikan telapak tangan dan ibu tidak boleh putus asa. 

Seperti halnya Moms mengalami kondisi penurunan produksi ASI dalam proses mengASIhi. Ini wajar terjadi, namun hal ini tetap bisa diantisipasi. Perlu Moms ketahui, semakin sering Moms menyusui maka produksi ASI makin lancar dan melimpah. Hal ini dikarenakan proses mengasihi juga sekaligus menstimulasi kelancaran produksi ASI.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi produksi ASI menjadi berkurang seperti halnya faktor pelekatan yang kurang tepat, instensitas atau frekuensi menyusui, faktor emosional, dan penambahan susu formula. Berikut penjelasannya :

  • Faktor Pelekatan Kurang Tepat

Posisi menyusui juga penting untuk diperhatikan.Pelekatan yang kurang tepat akan mempengaruhi produksi ASI dan si kecil tidak bisa menyusui dengan benar. Jangan ragu untuk konsultasikan pada bidan dan konselor laktasi.

  • Intesitas Menyusui

ASI sedikit juga disebabkan karena kurang atau jarangnya Moms menyusui si kecil. Sebaiknya menyusui si lebih sering yaitu 2- 3 jam sehari dengan total 8 kali dalam sehari. Jarang menyusui si kecil bisa mengakibatkan ASI sedikit, karena payudara kurang distimulasi sehingga hasilnya kurang memadai.

  • Faktor Emosional

Menyusui harus diiringi dengan kenyamanan. Untuk itu usahakan ya Moms tetap tenang, jangan stress, karena hal ini juga bisa menghambat produksi ASI yang kurang memadai untuk si kecil.

  • Penambahan Susu Formula

Faktor susu formula juga bisa menjadi alasan produksi ASI jadi sedikit. Ini terjadi karena stimulasi atau rangsangan berkurang, akibatnya ASI juga tidak melimpah. Agar produksi ASI lebih banyak, cobalah untuk memompa ASI ya, Moms.

Pada dasarnya untuk menghasilkan ASI lebih banyak, stimulasi dari si kecil sangatlah diperlukan sehingga produksi ASI semakin lancar dan melimpah. Sebelum Moms merasa produksi ASI sedikit, Moms juga harus mengetahui tanda- tanda kecukupan ASI pada si kecil. Mengenali tanda ini penting, bisa jadi apa yang Moms asumsikan ternyata salah. Bisa jadi si kecil memang cukup ASi. Tanda- tanda ini biasanya dimulai dari pertambahan berat badan, buang air besar 3 kali dengan warna kekuningan, buang air kecil lebih sering (7 sampai 8 kali sehari) dan menyusui lebih sering. Jika tanda-tanda ini ada pada si kecil, maka si kecil sudah cukup ASI.

Bila Moms merasa si kecil kurang cukup ASI dan produksi ASI sedikit, Moms bisa lakukan beberapa tips-tips untuk mengatasi produksi ASI yang sedikit. Diantaranya sebagai berikut :

  • Pastikan posisi dan pelekatan saat menyusui tepat
  • Susui si kecil sesering mungkin. Jika bayi tidur, perah ASI 2-3 jam sekali. Produksi ASI juga dipengaruhi frekuensi pengosongan payudara. Semakin sering payudara dikosongkan, semakin sering juga ASI diproduksi.
  • Hindari penggunaan empeng dan dot karena bisa memengaruhi pelekatan bayi saat menyusui
  • Lakukan skin-to-skin contact
  • Istirahat yang cukup dan sempatkan  melakukan me-time agar terhindar dari kejenuhan dan stress
  • Perbanyak menyusui di malam hari untuk meningkatkan hormon prolaktin. Hormon ini penting untuk produksi ASI
  • Konsumsi makanan yang dapat memperlancar ASI. Seperti papaya, daun katuk, bayam, dan kacang-kacangan

Kelancaran ASI juga sangat dipengaruhi oleh faktor psikologi. Untuk itu, tetap sabar dan tenanga kalau Moms ada di kondisi ini. Memperbanyak produksi ASI juga harus memperbaiki pola makan yang baik dan cukup. Jika kondisi ini berkepanjangan, segera konsultasikan dengan bidan atau konselor laktasi ya, Moms.

Kalau moms berencana menggunakan layanan HAMI Homecare dalam waktu dekat, yuk kunjungi HAMI Homecare solusi layanan pijat bayi dan segera reservasi melalui Whatsapp di H-1 ya, moms!