Select Page

Terapi pijat bayi ternyata bukan sesuatu yang baru lho, moms. Nyatanya, terapi pijat bayi sudah ada sejak ratusan tahun lalu bahkan menjadi salah satu pengobatan alternatif tertua. Seni pijat tercatat menjadi salah satu alternatif penyembuhan sekitar 1800 M lalu. Hal ini tercantum dalam sebuah catatan kedokteran zaman Mesir kuno (Papyrus Ebers) dan buku kedokteran tertua di India yang bernama Ayur-Veda. Faktanya, ketika bayi baru dilahirkan ada salah satu kebutuhannya yang harus dipenuhi yaitu kebutuhan stimulus, contohnya seperti stimulasi touch melalui teknik pijat demi mendukung tumbuh kembangnya si bayi.

Apakah saat ini moms masih ragu atau takut untuk melakukan pijat bayi? Jangan khawatir moms, karena pijat bayi ternyata memiliki segudang manfaat untuk pertumbuhan sang buah hati.

Beberapa hasil penelitian mengungkapkan terapi pijat bayi dapat memberikan dampak positif secara fisik, seperti kenaikan berat badan dan meningkatnya produksi air susu ibu (ASI). Penelitian ini dilakukan oleh T. Field dan Scafidi dari Universitas Miami, Amerika Serikat, yang mengamati sebanyak 20 bayi prematur. Hasilnya antara lain sebagai berikut :

  • Hasil dari riset tersebut ternyata sang bayi mengalami kenaikan berat badan 20-47 % per hari, setelah dipijat 3×15 menit selama 10 hari, dibandingkan dengan bayi prematur yang tidak melakukan teknik pijat.
  • Sedangkan bayi dengan usia 1-3 bulan dengan frekuensi pijat dua kali dalam seminggu selama enam minggu, ternyata mengalami kenaikan berat badan yang lebih tinggi, dengan waktu pijat yang dilakukan selama 15 menit.

Sumber : Popmama.com

Dilansir dari Indonesia Pediatric Society (IDAI), pijat bayi juga memiliki pengaruh dalam meningkatnya aktivitas saraf vagal dan pergerakan lambung yang berdampak pada penyerapan sari makanan menjadi efektif. Berikut hasil yang lebih rincinya :

  • Dampak dari aktivitas ini, pada akhirnya menyebabkan si bayi menjadi mudah lapar dan intensitas menyusuinya semakin sering.
  • Lebih lanjut, pijat bayi juga menyebabkan bayi mudah tertidur lelap dan berkualitas serta rileks. Hal ini terjadi pada bayi prematur yang rutin melakukan pijat hingga menginjak usia 8 bulan.
  • Ketika sang bayi mudah tertidur lelap, pada akhirnya  juga berdampak pada kurangnya frekuensi bayi menangis dan tidak rewel. Sehingga kebutuhan tidur baik bayi maupun sang ibu jadi terpenuhi kualitasnya.

Lalu, bagaimana dengan bayi yang tidak melakukan pijat bayi? Hasil penelitian sudah terjawab pada paragraf sebelumnya, bayi yang melakukan pijat mengalami kenaikan berat badan lebih tinggi dibandingkan kelompok bayi yang tidak melakukan pijat.

Namun, perlu digaris bawahi ya moms, pijat bayi akan menimbulkan manfaat bila teknik pijatnya dilakukan dengan baik dan benar. Menurut The American Massage Therapy Association, ada beberapa cara melakukan pijat bayi, yaitu dilakukan dengan memegang, menggerakan, dan memberi tekanan pada tubuh si bayi. Sebisa mungkin moms bisa konsultasikan dahulu dengan dokter atau terapis yang berpengalaman dan bersertifikasi dalam bidang ini, jika memutuskan untuk melakukan pijat bayi.

Apakah moms sudah mulai merencanakan untuk melakukan pijat bayi? Secara garis besar, pijat bayi sudah terbukti punya benefit untuk menyokong tumbuh kembang si kecil. Selain itu, pijatan bayi juga nyatanya berpengaruh pada kelancaran sistem imun bayi dan pencernaannya.

Tuh kan moms, banyak banget bukti-bukti positif  melakukan pijat bayi. Jika moms berencana melakukan pijat bayi dalam waktu dekat, yuk kunjungi HAMI Homecare solusi layanan pijat bayi dan segera reservasi melalui Whatsapp di H-1 ya, moms!