Select Page

Tradisi mendindik bayi pada dasarnya sudah menjadi hal yang mendarah daging pada budaya kita. Tindik pada telinga bayi umumnya dilakukan sebagai penanda jenis kelamin agar mudah dikenali. Tetapi ada sebagian juga berpendapat, tindik dilakukan untuk mempercantik si buah hati.

Para ahli sepakat bahwa tradisi tindik pada telinga bayi sejatinya adalah hal personal. Menurut Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia, praktik tindik bayi aman dan tidak akan membahayakan si kecil. Selama perawatan pasca tindik dilakukan dengan baik dan benar. Praktik tindik pada telinga bayi tidak boleh dilakukan secara sembarangan, karena kulit bayi masih rentan alergi atau infeksi. Pastikan proses penindikan dilakukan oleh tenaga medis yang berpengalaman dan mengetahui prisip sterilisasi alat. Selain itu jenis anting dan bahannya,  perlu diperhatikan dengan baik.

Untuk anting bayi disarankan memilih anting dengan bentuk bulat, kecil, atau berbentuk kancing. Selain itu, bahan anting disarankan memilih dengan bahan perak, emas, stainless, dan platinum. Hindari bahan-bahan logam dan nikel untuk meminimalisir terjadi infeksi pada kulit bayi. Pastikan model anting yang digunakan bentuknya kecil, tidak mudah ditarik, atau diraih  oleh tangan si kecil.

Waktu yang tepat melakukan tindik bayi adalah usia 2 bulan hingga 6 bulan. Di usia ini biasanya bayi sudah diberikan vaksin tetanus pertamanya. Penindikan yang dilakukan di bawah usia 2 bulan dikhawatirkan si kecil terkena infeksi kulit.

Jika Moms ingin melakukan tindik pada telinga si kecil, Moms perlu mengetahui tata cara perawatan yang baik dan benar agar meminimalisir terjadinya infeksi atau hal-hal yang tidak diinginkan .

Berikut tips-tips yang harus dilakukan setelah melakukan tindik pada telinga si kecil :

  • Jangan lepaskan anting selama 4 minggu hingga 6 minggu

Hal ini dilakukan untuk mempercepat proses penyembuhan luka tindik pada bayi. Selain itu, hal ini juga memastikan luka tindikan dapat sembuh dengan baik.

  • Tangan dalam keadaan bersih

 Sebelum membersihkan area tindikan bayi, jangan lupa cuci tangan terlebih dahulu menggunakan sabun. Pastikan tangan Moms dalam keadaan bersih.

  • Membersihkan luka di sekitar area telinga

 Untuk mempercepat luka kering dan sembuh, gunakan kapas atau cotton bud dengan alkohol, produk antiseptik, atau salep antibiotik di bagian depan dan belakang sekitar lubang tindikan. Lakukan ini 2 atau 3 kali sehari.

  • Pastikan luka tidak lembab

Setelah telinga dibersihkan atau setelah si kecil dimandikan, jangan lupa keringkan semaksimal mungkin. Jangan dibiarkan dalam keadaan lembab. Luka yang lembab beresiko timbul infeksi.

  • Kenali tanda-tanda infeksi

Perhatikan gejala-gejala infeksi seperti meradang, berdarah, bernanah, demam, daun telinga memerah dan bengak, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan perawatan.

Sebelum melakukan tindik bayi, pastikan jangan dilakukan sembarangan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Selain itu, alat-alat yang digunakan harus steril. Tindik pada bayi aman kok, Moms. Selama perawatannya diperhatikan dengan baik dan benar. Jangan lupa, kenali tanda-tanda gejala infeksi setelah melakukan tindik ya. Jika tanda itu muncul dan terus berlanjut, segera konsultasikan dengan dokter.

Nah,  jika moms berencana menggunakan layanan HAMI Homecare dalam waktu dekat, yuk kunjungi HAMI Homecare  dan segera reservasi melalui Whatsapp di H-1 ya, moms!